"Menuju 2024 TOUNA"
Penulis: Mohamad Rizki Kakilo
Email: rizkikakilo08@gmail.com
Menuju 2024 berjuta poster, baliho, serta janji para politisi mulai membanjiri sudut jalanan dunia nyata dan bebagai sosial media dunia maya. Prediksi kemenangan, berlomba-lomba dalam menaikan elektabilitas individu dan kendaraannya (partainya) serta isu-isu miring yang bertujuan mematahkan salah satu calon yang di nilai akan berkompetisi. Ya, hal itu merupakan bumbu-bumbu dari pesta demokrasi di negara yang merdeka pada 17 Agustus 1945 silam dengan sebutannya INDONESIA.
Penebaran janji manis
dan rayuan para politisi mulai mendatangi masyarakat perkotaan hingga ke
pedesaan. “sekeluarga sehat-sehat?”, apa masalah di kampung ini yah?”, “jika saya yang akan terpilih saya akan buat
begini begitu dan sebagainya” kurang lebih narasi narasi yang akan lahir
seperti itu. Janji dan rayuan tersebut lebih mudah marasuki kaum-kaum kelas
bawah seperti para petani, nelayan dan kaum buruh yang mungkin karena tingkat
pendidikannya berada dalam ketegori bawah dan desakan ekonomi yang lemah.
Kabupaten Tojo Una-Una
merupakan salah satu daerah yang juga akan turut meramaikan pesta demokrasi
ini, dimulai dari Pemilu Legislatif (PILEG) hingga Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA).
Momentum ini tidak hanya di nantikan oleh para politisi untuk memeperebutkan kursi,
namun juga para masyarakat yang menginginkan adanyan revolusi. Seperti pada
umumnnya, baliho, flayer, serta benda-benda sponsor dari salah satu calon yang
digadangkan akan bertarung mulai terlihat di bumi sivia patuju.
“Orang
lama akan mempertahankan tahtanya sedangkan orang baru akan membangun istananya”
Sebagai seorang anak
muda dari Desa terpencil, penulis melihat Tojo Una-Una masih banyak hal yang perlu di renovasi jika perlu di
rekontruksi. Berdasarkan Data dari Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah tahun
2022, Kabupaten Tojo Una-Una menempati posisi kedua kabupaten miskin di Sulawesi
Tengah dengan persentase 16,12 persen atau 25.330 jiwa dari total penduduk.
Tiga tahun terakhir angka kemiskinan di Tojo Una-Una tidak menunjukan kenaikan
yang signifikan, Persentasi penduduk miskin Tojo Una-Una 16,39 persen (2020), 16,60
persen (2021), dan 16,12 persen (2022). Apa kabar potensi sumber perikanan,
pariwisata dan sumber daya pertanian yang katanya melimpah?.
Tidak hanya berputus
sampai disitu Kabupaten yang berdiri sendiri berdasarkan pada UU No. 32 Tahun 2003 ini, memiliki Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2021 sebesar 3,44 persen poin. Angka
ini naik sebesar 0,60 dibandingkan dengan Agustus 2020 sebesar 2,84 persen poin
(Sumber: BPS TOUNA, 2021). Hal ini yang kemudian harus menjadi perhatian
pemangku kebijakan hari ini untuk bisa memperkecil angka pengangguran terbuka
di Kabupaten Tojo Una-Una sebelum masa kepemimpinannya hari ini selesai.
Hal indah lain yang
bisa di saksikan secara mata telanjang yaitu infrastruktur khususnya jalanan
yang berada di Kabupaten Tojo Una-Una. Presiden RI Jokowi Mengatakan dengan
tegas bahwa ”pembangunan infrastruktur
jalan itu penting untuk mendukung arus mobilitas barang dan orang. Mobilitas yang lancar akan membantu
menurunkan biaya logistik dan harga barang di pasara-pasar”. Rekomendasi
jalan-jalan INDAH di Tojo Una-Una ada di Kecamatan Wabes, Wakep, Kecamatan
Togean.
Semoga para calon-calon
yang akan bertarung di legislatif dan eksekutif Tojo Una-Una 2024 mendatang sudah
memahami masalah-masalah yang perlu diselesaikan di bumi sivia patuju ini serta
sudah menyiapkan langkah kongkrit terhadap masalah yang ada, karena Indonesia
ini banyak orang pintar tapi sedikit yang jujur.