“Gema Takbir Di Perantauan”
Lebaran dimana? Pulang
kampung ngak? Pertanyaan ini seringkali terlontar kepada mereka yang merantaukan
diri ke daerah orang dengan harapan membawa kabar bahagia ketika pulang. Berbagai
alasan orang-orang ini memutusakan untuk
jauh dari rumah merantaukan diri ke daerah orang. Ada yang karena mencari
pekerjaan, ada yang mau mencari jati diri, mencari jodoh, dan ada yang karena
melanjutkan pendidikan.
Memutuskan untuk merantau
karena pendidikan merupakan hal yang tidak semua orang khususnya anak muda berani
mengambil keputusan itu. Tidak siap jauh dari rumah, tidak berani, takut
kelaparan, tidak bisa ini dan itu serta banyak hal lainnya yang menjadi alasan.
Olehnya kalian para anak muda yang berani jauh dari rumah untuk merantau karena
pendidikan, kalian adalah orang-orang yang hebat karena dalam perantauanmu
pasti menemukan berbagai pengalaman yang bisa kamu jadikan pelajaran dimasa
mendatang.
“Kelak
rindumu akan terbalas, lelahmu akan terbayar, dan impianmu pasti akan terwujud”
Pertanyaan kapan pulang
kampung, lebaran dimana, tahun ini pulang ngak? semua pertanyaan itu pasti akan
terjawab ketika waktunya sudah tiba. Nantinya juga ketika kamu pulang ke tempat
asalmu, kamu pun akan menceritakan pengalaman ini dan akan belajar dari padanya.
Olehnya semakin lama kamu di perantauan semakin banyak yang bisa kamu ceritakan
dan ambil pelajaran hidupnya. Terus mengukir cerita pada setiap menit dan
langkah kakimu selama kamu berada di tempat yang orang-orang namakan rantau
ini.
“Pengalaman
adalah guru terbaik, karena dia memberimu sebuah ujian disertai sebuah
pelajaran berharga sesudahnya”
Namun sekuat-kuatnya
mereka yang merantau, pasti ada juga rasa ingin pulang walau hanya sebentar,
apalagi pada momen-momen tertentu seperti lebaran misalnya. Gema takbir, bau harum
masakan rendang, suara beduk dan suasana lebaran seringkali mengheningkan batin
serta menggetarkan hasrat untuk pulang. Dalam sepi ditemani gema takbir rasukan
khayalan akan suasana lebaran dikampung seringkali berjalan pelan dalam
pikiran. Namun lagi-lagi perlu diingat itu tidak berlangsung selamannya nanti
ada saatnya kamu akan pulang.
Sekian dari penulis,
sampai jumpa pada tulisan selanjutnya…