"KKN/S: Masa Lalu atau Pembaharu?"

Menilik Program Mahasiswa KKN/S: Masa Lalu atau Pembaharu?
______________________________________________

Mahasiswa merupakan STRATA SPESIAL dikalangan anak muda. Karena tidak semua pemuda dapat merasakan hal tersebut, tapi bagi saya pribadi menjadi MAHASISWA adalah sebuah MASALAH karena kita memikul besar AMANAH dan TANGGUNG JAWAB untuk perubahan bangsa, apalagi umumnya orang - orang mengatakan bahwa MAHASISWA adalah ORANG YANG SERBA TAHU.

Sedikit saya mendefinisikan arti dari MAHASISWA:
Mahasiswa terbentuk dari kata maha dan siswa. Asal kata maha berasal dari bahasa Sansekerta dengan arti yang hampir sama dengan KBBI, yaitu ‘sangat’, ‘besar’, atau ‘mulia’.

Sedangkan kata siswa — menurut hasil yang ditemukan — memiliki dua asal yang berbeda. Yang pertama, kata siswa merupakan serapan dari nama seorang dewa Trimurti dalam agama Hindu, yaitu Siwa. Dewa Siwa adalah dewa pelebur dan pemusnah yang tugasnya menghancurkan segala sesuatu yang telah usang dan tidak berkebaikkan lagi. Sekedar trivia, Ganesa adalah putra dari Siwa.

Asal kata siswa yang kedua adalah dari bahasa Jawa yaitu wasis. Wasis dalam bahasa Jawa adalah orang yang pandai. Maka siswa dimaknakan sebagai orang yang belum pandai, merasa tidak pandai, atau kurang berilmu. Secara sederhana, siswa adalah orang yang belum wasis.

"Hadir bukan sekadar memberi keramaian dalam Desa namun dapat membangun kepercayaan dan menjawab persoalan dalam Masyrakat"

Menjelang semester akhir (sesuai regulasi adalah semester 7-8), Seorang Mahasiswa harus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian pada masyarakat.  Dalam perkuliahan pengabdian pada masyarakat diintegrasikan kedalam mata kuliah yang dinamai dengan  Kuliah Kerja Sibermas (KKS) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang orientasinya itu mengabdi ke masyarakat.

Menurut KBBI arti mengabdi adalah "melayani" atau "menghambakan diri".

Maka ketika seorang Mahasiswa turun untuk Kuliah Kerja Nyata/Sosial (KKN/S), hendaknya harus benar-benar mengabdikan diri untuk masyarakat, misalnya menjawab persoalan yang terdapat dalam suatu Desa atau membuat Inovasi terbaru di Desa tersebut dengan mengandalkan keilmuan dan pengalaman organisasi yang di pelajari sebelum turun KKN/S.

"ILMU yang tidak di IMPLEMENTASI, layaknya BERAS yang sudah dimasak jadi NASI namun tak disentuh hingga BASI"

Mirisnya beberapa Mahasiswa yang turun untuk KKN/S tidak paham betul tanggung jawab yang di emban sebagai seorang mahasiswa dan orientasi dari KKN/S itu sendiri, sehingga beberapa program KKN/S yang dibuat itu malah terkesan tidak ada INOVASI TERBARU bahkan parahnya hanya mengikuti program KKN/S Tahun 90an, sebut saja pembuatan nama-nama jalan. Inikah yang disebut dengan Agen Of Change?

Pertanyaannya haruskah kita menjadi MAHASISWA penduplikat program MASA LALU atau hadir sebagai jawaban PEMBAHARU?

Pada tulisan ini saya bukan ingin mengomentari, hanya saja saya ingin berbagi pendapat tentang paradigma kita sebagai Mahasiswa yang turun KKN/S.

Selamat mengabdi dan jangan lupa tetap tersenyum!!!

Next Post Previous Post
2 Comments
  • Ilyas
    Ilyas 11 Oktober 2021 pukul 01.14

    Mantap dik's, jgn lengah teris tuangkan ide" lewat tulisan

  • Unknown
    Unknown 11 Oktober 2021 pukul 01.25

    Mantap my brother 👌

Add Comment
comment url