BERSAMA MELESTARIKAN SUMBER DAYA KELAUTAN
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki
sumber daya kelautan yang begitu besar. Sumber daya kelautan yang begitu besar
jelas sangat berperan penting untuk menambah pendapatan ekonomi negara, dan
tentunya dalam pengelolaannya harus dilakukan secara baik dan berkelanjutan. Banyak
dari sumber daya kelautan Indonesia yang dikelola dalam menunjang perekonomian
di Negara Indonesia, misalnya pertambangan dan energi, hutan manggrove yang
terbentang luas di sepanjang pesisir Indonesia, padang lamun, terumbu karang
yang beraneka ragam dan keistimewaan, pariwisata bahari, dan perikanan.
Sumber daya kelautan
yang begitu banyak tersebut tentunya membutuhkan tangan-tangan baik dari
pengelolanya baik dari instrumen pemerintah selaku pengambil dan pemberi
kebijakan aturan kelautan di Indonesia dan pelaku di lapangan misalnya nelayan,
agar sumber daya kelautan yang dinikmati hari ini dapat dinikmati pula oleh
anak cucu nanti. Pengelolaan sumber daya laut yang baik dapat mengacu pada Undang–Undang
Nomor 45 tahun 2009 perubahan atas Undang–Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan,
pada pasal 2 tentang pengelolaan perikanan dilakukan berdasarkan asas: manfaat,
keadilan, kebersamaan, kemitraan, kemandirian, pemerataan, keterpaduan,
keterbukaan, efisiensi, kelestarian, dan pemabangunan yang berkelanjutan.
Pemerintah
Selaku pengambil
kebijakan tentunya peran dari pemerintah sangat diperlukan baik dari pemerintah
pusat maupun daerah. Aturan yang diambil harus berdasarkan pada prinsip
kelestarian lingkungan dan kebermanfaatan terhadap masyarakat wabil khusus
masyarakat nelayan. Namun lebih penting lagi ketegasan sangsi harus
berkeadilan, tidak memandang siapa dan apa namun ketika itu dapat mengancam
kelestarian sumber daya kelautan harus di tindaki dengan tegas dan terbuka,
karena sesuai dengan prinsip hukum bahwa setiap orang memiliki hak yang sama
dimata hukum dan peradilan bebas serta tidak memihak.
Pemerintah juga jangan
hanya menjadi pembuat regulasi, namun mencari solusi atas permasalah dalam
kelautan, kegiatan sosialisasi dan edukasi terhadap pengelolaan sumber daya
kelautan yang baik harus juga dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat,
berbagai instasi pemerintahan yang beragam, dibuat dengan tujuan agar sumber
daya kelautan yang beragam dapat terkoordinir dengan baik sesuai dengan tujuan
dari instansi pemerintahan tersebut, olehnya koordinasi dan kolaborasi dari
tiap-tiap instansi tersebut harus dijalankan dengan baik dan sesuai koridornya.
Berbagai permasalahan
dalam sumber daya kelautan misalnya sampah plastik yang banyak disepanjang
pesisir pantai Indonesia, ilegal fishing,
penebangan liar manggrove dan penambangan dalam laut yang berlebihan tidak
lahir hanya dari keterpaksaan kehidupan namun salah satunya karena masih kurang
edukasi yang diterima masyarakat dari pemerintah khusunya masyarakat pesisir
yang berada di pedalaman dan lemahnya sangsi yang diberikan sehingga tidak
memiliki efek jera bagi pelaku.
Masyarakat
Nelayan
Masyarakat nelayan
merupakan masyarakat yang umumnya tinggal menetap di kawasan pesisir, dan mayoritasnya
masyarakat nelayan menjadikan hasil laut sebagai pendapatan utamannya untuk
mencukupi kehidupan sehari-harinya. Berdasarkan data dari Kementrian Kelautan
Perikanan (KKP) Indonesia, bahwa pada tahun 2019 nelayan indonesia berkisar
2,95 juta jiwa. Dengan data nelayan yang begitu banyak tentunya harus menjadi perhatian
bersama untuk menjaga kelestarian sumber daya kelautan agar tempat yang menjadi
gantungan hidup dari 2,95 juta jiwa tersebut bisa terus dimanfaatkan bahkan
sampai ke genarasi selanjutntya.
Bicara persoalan
menjaga sumber daya kelautan agar berkelanjutan peran nelayan adalah sebagai
pelaku utama karena nelayan yang melakukan pengelolaan secara langsung dilapangan,
maka pemahaman dalam pengelolaan serta kesadaran diri dalam menjaga patut
dipupuk dan ditanamkan dalam diri tiap-tiap pribadi. Berbagai tantangan yang
dihadapai nelayan, seringkali nelayan dibenturkan dengan pilihan ekonomi atau
kelestarian lingkungan perairan, namun karena kebutuhan ekonomi yang makin
mendesak akhirnya cara pengelolaan yang dilarang pun dilakukan. Ada juga yang
melakukan pengelolaan dengan cara terlarang karena ketidakpuasan atas hasil yang
miliki, dan terakhir karena minimnnya pengetahuan yang dimiliki terkait
pengelolaan berkelanjutan dan bahaya melakukan pengelolaan yang dilarang.
“Jika
tak mampu melestarikan maka diamlah untuk tidak merusak”
Berbagai hal positif
dalam pengelolaan sumber daya kelautan bisa dilakukan oleh, bisa dengan menekan
sifat ketidakpuasan terhadap hasil yang didapatkan dengan menjadikan anak cucu
sebagai alasan agar mereka bisa menikmati juga, melakukan pembudidayaan untuk
perikanan, dan saling mengingatkan antar nelayan jika ada salah satunya yang
melakukan pengelolaan yang dinilai merusak. Pelaku kejahatan dalam lingkungan
perairan mungkin hanya beberapa orang saja, namun jika dilakukan terus menerus dampaknya
juga akan sampai pada orang lain bahkan parahnya akan sampai pada generasi
selanjutnya, maka edukasi, kesadaran diri dan ketegasan hukum menjadi hal yang
penting untuk diimplementasikan oleh seluruh pihak.
Peran
Mahasiswa Perikanan
Selaku seorang yang
memiliki privilege dari pemuda lainnya, label mahasiswa memiliki tanggung jawab
yang besar untuk kebermanfaatan banyak orang. Apalagi mahasiswa perikanan, membantu
mengedukasi dan mengimplementasikan pengelolaan sumber daya kelautan yang
berkelanjutan merupakan salah satu tugas dari mahasiswa perikanan. Tidak hanya
muluk-muluk melakukan penelitian untuk memeperkaya wawasan namun turun ke
masyarakat dalam melakukan edukasi dan mengkaji serta mengkritis regulasi
pemerintah yang dinilai tidak pro terhadap masyarakat nelayan merupakan
tindakan yang perlu juga untuk dilakukan.
Berbagi pengetahuan
kepada masyarakat nelayan tentang pengelolaan sumber daya kelautan yang baik
memang seringkali mendapat tantangan, misal omongan masyarakat nelayan yang
mengatakan kalau kita sok tahu, sok pintar, sok mengajari dan lain sebagainya.
Namun hal itu jangan sampai membuat mundur dalam niat untuk mengedukasi karena
kita kita berhenti maka kita sama saja kita pasrah dengan apa yang akan terjadi
dengan sumber daya kelautan kedepannya. Hal lain selain mengedukasi dengan
perkataan, mahasiswa perikanan bisa memulai dengan mencontohkan dari tindakan
diri sendiri, misal dengan tidak mebuang sampah sembarangan dilaut, melakukan
pengelolaan yang baik sesuai dengan teori yang didapatkan dikampus, karena jika
itu terus dilakukan maka yakin dan percaya hal tersebut akan diikuti oleh beberapa
orang yang lain dan beberapa orang tersebut akan dicontohi yang lain dan begitu
seterusnya.
Sekian, sampai bertemu ditulisan
selanjutnya...